Sumber Gambar: Ilustrasi / Antara News
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta, Taokhid, mengatakan bahwa meskipun anggaran pemerintah pusat tidak efisien dan kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex, kenaikan harga ini berdampak besar pada truk-truk pemadam kebakaran yang menggunakan Pertamina Dex.
Keterbatasan ini yang membuat Damkar akan memprioritaskan laporan yang benar-benar sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Aduan lain, seperti perselisihan rumah tangga antara suami-istri, masalah ketenteraman dan ketertiban umum, hingga permintaan penyemprotan lokasi pascapenyembelihan hewan kurban, akan dialihkan ke instansi yang lebih berwenang sembari memberikan edukasi kepada masyarakat.
Meskipun demikian, Taokhid menegaskan bahwa layanan kedaruratan tetap menjadi prioritas utama karena berkaitan dengan keselamatan langsung warga. Layanan ini termasuk evakuasi tangan yang terjepit, reptil yang masuk ke rumah, dan cincin yang tersangkut di jari. Taokhid memberikan pernyataan kepada masyarakat agar lebih memahami keterbatasan yang Damkar hadapi. Kedepannya ia berharap pengalihan sejumlah laporan ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat.
Mulai kedepannya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta akan bertindak lebih hati-hati dalam menanggapi laporan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, anggaran operasional murni yang tersedia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga September 2026.
Karena minimnya anggaran ini Toukhid berencana untuk melakukan penambahan anggaran fimana bahwa pihaknya mengajukan tambahan dana sebesar kurang lebih Rp 75 juta. Angka ini dianggap signifikan karena mencapai 60 persen dari total anggaran murni. Angka 75 juta tersebut didapat berdasarkan keperluan dari damkar DIY sendiri baik dari penggunaan bahan bakar maupun pemeliharaan armada yang telah berusia 10 tahun lebih.
Disatu sisi untuk pemeliharaan peralatan dalam bekerja, Damkar menerapkan sistem selektif dalam pemeliharaan kedepannya. Hal ini dilakukan agar anggaran yang dimiliki dapat dimaksimalkan dengan baik. Skala prioritas akan dibuat Damkar dimana nantinya barang yang akan direparasi, penggantian barang dan pengadaan akan disesuaikan dengan dana yang dimiliki.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.