Malioboro Siap Terapkan Konsep Full Pedestrian pada Akhir 2026

Bagikan:
📅 21 Jul 2026 • 👁️ 16 views • 🏷️ Jogja • ✍️ WJ Budi Sumber Gambar: @novisujono

Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mematangkan rencana untuk menjadikan Malioboro sebagai area penuh pedestrian. Rencana ini diharapkan selesai pada akhir 2026. Untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut dapat diterapkan secara efektif tanpa mengganggu mobilitas masyarakat, penataan jalan sirip yang terhubung langsung dengan kawasan Malioboro adalah salah satu elemen penting saat ini.

Menurut Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, rencana untuk menerapkan konsep pedestrian lengkap pada November 2026 masih dalam proses penyempurnaan. Menurutnya, pemerintah belum akan menerapkan kebijakan tersebut secara penuh karena masih perlu dilakukan penelitian tentang pengaturan lalu lintas, terutama mengenai akses Sirip Street, yang selama ini menjadi jalan menuju Malioboro untuk kendaraan. "Targetnya memang November, tetapi penerapannya tidak langsung penuh. Kami masih melihat bagaimana pengaturan sirip-siripnya," ujar Ni Made.

Ia menjelaskan bahwa salah satu masalah yang masih ada adalah banyaknya kendaraan yang masuk ke Malioboro melalui jalan sirip. Padahal, dalam konsep penataan yang dirancang nantinya kendaraan dari jalan sirip tidak diizinkan langsung memasuki kawasan utama Malioboro, yang diprioritaskan untuk pejalan kaki.

Sebagai solusi, Pemda DIY tengah menyusun skema lalu lintas baru. Dalam skema tersebut, kendaraan masih diperbolehkan melintas dua arah di jalan sirip, namun akses menuju Malioboro akan dibatasi secara ketat. Nantinya, kendaraan hanya dapat keluar dari kawasan Malioboro menuju jalan sirip, sementara kendaraan dari jalan sirip tidak lagi diizinkan masuk ke Malioboro. "Ke depan, kendaraan dari sirip tidak bisa langsung masuk ke Malioboro. Ini yang sedang kami siapkan," jelasnya.

Di lain sisi, Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta, menyatakan bahwa konsep penuh pedestrian tidak akan diterapkan dengan pola yang sama di seluruh jalan sirip. Setiap akses akan diatur dengan cara yang berbeda sesuai dengan karakteristik lingkungan, aktivitas masyarakat, dan kebutuhan lalu lintas di masing-masing lokasi.

Menurut Hasto, terdapat jalan sirip yang kemungkinan akan ditutup sebagian, sementara ruas lainnya tetap dibuka dengan akses terbatas. Pemerintah juga tengah menyiapkan pengaturan titik putar balik kendaraan agar arus lalu lintas tetap berjalan lancar tanpa mengurangi kenyamanan kawasan pedestrian.

Selain mengoptimalkan lalu lintas, Pemda DIY juga membangun infrastruktur tambahan, seperti kantong parkir dan sistem transportasi yang membuat warga dan wisatawan lebih mudah mencapai Malioboro. Langkah ini merupakan bagian dari perubahan Malioboro menjadi tempat wisata yang lebih ramah pejalan kaki sambil mengimbangi pariwisata, aktivitas ekonomi, dan kebutuhan mobilitas masyarakat. Pemerintah berharap Malioboro dapat berubah menjadi tempat publik yang lebih nyaman, tertib, dan memenuhi standar kawasan wisata berkelas dunia dengan perencanaan yang matang.


📰 Berita Terkait
Jogja
Lanjutkan Tren Penguatan, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2,62...
Jogja
Pasar Kripto Fluktuatif, Investor Indonesia Makin Selektif C...
Jogja
Gunung Kidul Berpotensi Kekeringan, Lebih dari 114 Ribu Warg...
Jogja
Istilah "Londo Ireng" Kembali Mencuat dan Menuai Kritik Publ...
Jogja
Alasan Kesehatan, Hotman Paris Resmi Mundur dari Pengacara E...