Sumber Gambar: instagram maartenpaes
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, beserta tim kepelatihan Timnas Indonesia mengonfirmasi bahwa para pemain Indonesia yang berkarier di Eropa (abroad) dipastikan sulit atau tidak dipanggil untuk memperkuat Skuad Garuda di turnamen Piala AFF (ASEAN Championship).
Berikut adalah alasan utama di balik kebijakan tersebut:
Faktor utama tidak dipanggilnya para pemain abroad adalah status turnamen Piala AFF yang tidak masuk dalam kalender resmi FIFA Matchday.
Menurut regulasi FIFA, klub-klub luar negeri (terutama di Eropa) tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemain mereka ke tim nasional di luar jeda internasional resmi.
Pelaksanaan Piala AFF kerap berbenturan dengan agenda penting klub-klub Eropa, seperti sesi latihan pramusim atau kompetisi domestik yang sedang berjalan.
Banyak pemain abroad (seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Ole Romeny, hingga Elkan Baggott) yang sedang berjuang memperebutkan posisi starter di bawah asuhan pelatih baru di klub masing-masing.
Memenuhi panggilan di luar kalender FIFA dapat berisiko kehilangan menit bermain atau posisi utama di level klub.
Sebagai langkah antisipasi, PSSI dan jajaran pelatih menjadikan Piala AFF sebagai momentum untuk memprioritaskan serta menguji kedalaman skuad dari pemain-pemain yang tampil di Liga Indonesia.
Penyesuaian jadwal kompetisi lokal juga dilakukan agar klub-klub dalam negeri dapat secara penuh mendukung dan melepas pemain terbaiknya ke Timnas.
Pengecualian: Pemain yang berkarier di luar negeri pada dasarnya tetap bisa dipanggil apabila klub mereka secara sukarela memberikan izin melepas pemainnya. Namun, untuk ajang resmi berstatus FIFA Matchday mendatang, seluruh pemain abroad dipastikan tetap menjadi pilar utama Timnas Indonesia.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.