Sumber Gambar: Mees Hilgers
Kebersamaan Mees Hilgers dengan FC Twente tampaknya sudah hampir berakhir. Setelah dikabarkan tidak lagi mengikuti latihan tim utama, bek tengah Timnas Indonesia itu berada dalam situasi yang sulit. John van den Brom, pelatih FC Twente, kecewa dengan keputusan Hilgers untuk berlatih secara mandiri dan mengisyaratkan bahwa masa depan pemain semakin sulit untuk diselamatkan.
Padahal, secara kontrak Hilgers masih berstatus sebagai pemain FC Twente hingga musim panas 2027. Masa baktinya bertambah satu tahun setelah kontrak memiliki klausul perpanjangan otomatis. Kondisi ini terjadi karena Hilgers dan agennya gagal membatalkan klausul tersebut sesuai tenggat waktu. Akibatnya, karena sang pemain masih terikat kontrak dengan klub yang telah membesarkannya, keinginan untuk meninggalkan tim sejak musim lalu harus ditunda.
Van den Brom tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas keadaan tersebut. Ia menyatakan bahwa dia tidak pernah bertemu atau berbicara langsung dengan Hilgers dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, sang bek belum menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan kembali ke skuad hingga saat ini.
"Ini sangat mengecewakan. Saya tidak bisa mengatakan banyak tentang itu karena saya sudah lama tidak melihatnya. Saya tahu dia masih memiliki kontrak dengan klub. Dia tidak akan muncul," ujar Van den Brom kepada ESPN.
Namun, pelatih asal Belanda tersebut terus berusaha melihat masalah ini dari perspektif kemanusiaan. Ia mengingatkan bahwa Hilgers adalah pemain didikan akademi FC Twente sejak usia muda. Akibatnya, ia berharap hubungan kedua belah pihak akan berakhir dengan baik, tidak peduli apa keputusan yang dibuat nantinya.
"Anda juga selalu melihat aspek kemanusiaan. Mees memulai semuanya di sini sejak kecil. Ini adalah klubnya," kata Van den Brom.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pemain yang meninggalkan FC Twente seharusnya bisa menutup perjalanan mereka dengan cara yang baik. Namun, menurutnya, kondisi tersebut belum terjadi dalam kasus Hilgers.
"Saya akan memastikan bahwa para pemain, ke mana pun mereka pergi, menutup pintu di belakang mereka dengan cara yang baik. Saat ini, hal itu belum terjadi," tambahnya. Van den Brom bahkan menilai peluang Hilgers untuk kembali membela FC Twente hampir tidak ada. "Tidak, saya rasa tidak ada jalan kembali. Tapi itu bukan keputusan saya, melainkan berdasarkan bagaimana situasi ini berkembang," tutupnya.
Dengan hubungan yang semakin memburuk dan keinginan Hilgers untuk mencari tantangan baru, transfer musim panas menjadi opsi terbaik bagi kedua belah pihak. Setelah perjalanan panjangnya bersama FC Twente hampir dipastikan berakhir, sekarang menarik untuk dinantikan klub mana yang akan menjadi tempat baru bagi bek berusia 25 tahun tersebut.
Portal berita terpercaya dengan update terbaru setiap hari.