Beragam Alasan Mengapa Nico Paz Layak Ditebus Como Sebesar 60 Juta Euro

Bagikan:
📅 27 Jun 2026 • 👁️ 41 views • 🏷️ Eropa • ✍️ WJ Budi Sumber Gambar: Serie A

Performa impresif Nico Paz bersama Como sepanjang musim 2025-26 membuat namanya semakin sering dikaitkan dengan berbagai klub besar Eropa. Performa ini membuat Como akhirnya menebus Nico Paz dari Real Madrid setelah negosiasi alot mengenai masa depan pemain kelahiran Argentina ini musim depan. Mahar sebesar 60 juta euro disepakati kedua belah pihak dalam skema pembelian permanen. Akan tetapi banyak pihak yang sedikit mengakatan jikalau angka terebut kepalang mahal untuk pemain muda tersebut. Namun, apabila melihat kontribusi dan pengaruhnya terhadap permainan Como musim ini angka tersebut sebenarnya tidak berlebihan.

Nico Paz memiliki karakteristik khas pemain Amerika Latin yang mengandalkan kreativitas, kelincahan, dan keberanian dalam mengambil risiko. Kemampuannya mencari ruang di antara lini lawan membuatnya sulit diprediksi. Tidak hanya piawai membuka celah untuk dirinya sendiri, Paz juga memiliki naluri mencetak gol yang sangat baik untuk ukuran seorang gelandang serang.

Dalam skema permainan yang diterapkan Cesc Fabregas, Paz menjadi salah satu kepingan terpenting. Mantan pemain akademi Real Madrid tersebut berperan sebagai puzzle terakhir yang menyempurnakan sistem menyerang Como. Fabregas menginginkan timnya bermain cair dengan banyak rotasi posisi, dan Paz adalah pemain yang mampu menjalankan instruksi tersebut dengan sangat baik. 

Salah satu kelebihan terbesar Nico Paz adalah kemampuannya menjadi playmaker modern. Ia tidak hanya berfungsi sebagai pemberi assist maupun umpan kunci tetapi juga mampu mengendalikan tempo permainan. Ketika menghadapi tekanan lawan, Paz tetap tenang saat membawa bola di ruang sempit. Kemampuan ini memungkinkan Como keluar dari tekanan sekaligus membangun serangan secara lebih efektif.

Peran vital Paz juga terlihat dalam fase transisi cepat. Saat Como merebut bola, ia sering menjadi pemain pertama yang menghubungkan lini tengah dengan lini depan. Ketepatan dalam pengambilan keputusan yang baik membuat serangan balik Como mampu memberikan dampak fatal bagi pertahanan lawan dan hal ini yang membuat tim tersebut menjadi salah satu yang tersebur di Serie A. Dengan adanya Paz tak mengherankan jika Fabregas menjadikannya salah satu pemain kunci dalam sistem permainan yang mengandalkan perpindahan fase menyerang dan bertahan secara cepat.

Selain kualitas teknis, aspek kerja kerasnya menjadi poin unggul sebagai pemain di sepak bola modern. Ia bukan tipe pemain kreatif yang hanya menunggu bola datang. Sebaliknya, dirinya turut melakukan pressing dan membantu tim merebut kembali penguasaan bola. Kerja keras tersebut dimanfaatkan Fabregas sebagai bagian penting dari sistem tekanan tinggi yang diterapkan Como. Kemampuannya menekan lawan sekaligus memecah struktur pertahanan membuatnya menjadi ancaman di berbagai situasi.

Dalam fase menyerang, Nico Paz diberikan kebebasan bergerak oleh sang pelatih. Meski secara nominal berposisi sebagai gelandang serang, ia kerap berubah menjadi penyerang bayangan yang masuk ke area kotak penalti. Kebebasan tersebut terbukti efektif karena terlibat dalam proses terciptanya 18 gol sepanjang musim atau setara dengan 0,56 kontribusi gol per 90 menit.

Produktivitas tersebut juga didukung data statistik lanjutan yang sangat menjanjikan. dimana catatan expected goals (xG) sebesar 17,64 mampu dibukukan olehnya. Jika kontribusi dari situasi penalti dikesampingkan, angka tersebut masih berada di level 16,24 atau sekitar 0,51 xG per 90 menit. Statistik ini menunjukkan bahwa secara konsisten ia mampu menempatkan diri pada posisi-posisi berbahaya untuk menciptakan peluang mencetak gol.

Dari sisi penyelesaian akhir, Paz mencatatkan 121 tembakan dengan 48 di antaranya tepat sasaran. Ia memiliki tingkat konversi tembakan sebesar 9,92 persen dan akurasi tembakan mencapai 39,67 persen. Meski masih memiliki ruang untuk berkembang dalam hal efektivitas penyelesaian peluang, angka tersebut tetap menunjukkan bahwa ia merupakan gelandang yang aktif mengancam gawang lawan.

Kemampuan dribel juga menjadi senjata utama pemain asal Argentina tersebut. Dari 120 percobaan dribel yang dilakukan, sebanyak 63 berhasil diselesaikan dengan sukses. Persentase keberhasilan mencapai 52,20 persen menunjukkan bahwa Paz cukup efektif saat melakukan penetrasi ke pertahanan lawan. Kemampuan ini sangat penting dalam sistem Como yang sering membutuhkan pemain untuk memecah blok pertahanan melalui aksi individu.

Tak hanya menjadi kreator serangan, Paz juga mampu beradaptasi sebagai gelandang yang bermain lebih dalam. Dalam beberapa kesempatan ia berfungsi sebagai deep-lying midfielder untuk membantu overload di area tengah. Fleksibilitas ini membuat Como sering unggul jumlah pemain saat menguasai lini tengah dan lebih mudah mengontrol jalannya pertandingan.

Kontribusinya sebagai pengatur serangan juga terlihat dari statistik distribusi bola. Sepanjang musim, Paz mencatatkan 1.394 umpan dengan 1.155 di antaranya berhasil mencapai sasaran. Tingkat akurasi umpannya mencapai 82,86 persen, angka yang sangat baik bagi pemain yang sering mengambil risiko dalam membangun serangan. Ia juga menghasilkan expected assists (xA) sebesar 0,25 per 90 menit yang menunjukkan kemampuannya menciptakan peluang bagi rekan setim. Satu-satunya aspek yang masih perlu ditingkatkan adalah kualitas umpan silang karena dari 63 percobaan hanya 14 yang berhasil menemui target.

Yang tidak kalah penting, pemain kelahiran Santa Cruz de Tenerife ini menunjukkan kedisiplinan tinggi saat membantu pertahanan. Sepanjang musim ia mencatatkan 92 tekel dan 27 intersep. Statistik tersebut membuktikan bahwa kontribusinya tidak berhenti ketika tim kehilangan bola. Ia tetap aktif menutup ruang, menekan lawan, dan membantu lini belakang.

Melihat keseluruhan kontribusi tersebut, Nico Paz bukan sekadar pemain muda berbakat yang memiliki potensi besar. Ia sudah berkembang menjadi pemain yang mampu memengaruhi permainan di berbagai fase, mulai dari membangun serangan, menciptakan peluang, mencetak gol, hingga membantu pertahanan. Dengan usia yang masih sangat muda dan ruang perkembangan yang masih terbuka lebar, tidak mengherankan apabila Como bersedia mempertimbangkan investasi besar untuk mempertahankannya. Jika performanya terus meningkat, harga 60 juta euro justru bisa terlihat murah dalam beberapa tahun mendatang.


📰 Berita Terkait
Spanyol
Malangnya Frenkie De Jong di Barcelona
Spanyol
Pemain Madrid yang Mencuri Perhatian Mourinho
Eropa
Musiala Jalani Operasi Pasca Cedera Serius
Spanyol
Atletico Madrid Gugat Barca dalam Kasus Julian Alvarez
Eropa
Lewandowski: Spanyol Bisa Juara Pildun Lagi