STY Dapat Hukuman Dari Komite KFA

Bagikan:
📅 25 Jul 2026 • 👁️ 18 views • 🏷️ Indonesia • ✍️ WJ Budi Sumber Gambar: @elan

Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menghukum Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia, dengan sanksi disiplin. Media Korea Selatan, Yonhap News TV, mengungkapkan bahwa pelatih berusia 56 tahun itu menerima hukuman skorsing, penangguhan, dan larangan 10 tahun untuk berpartisipasi dalam kompetisi sepak bola di wilayah Korea Selatan.

"Baru-baru ini Komite Disiplin menggelar sidang dan memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada mantan pelatih Shin Tae-yong," ujar pejabat KFA seperti dikutip Yonhap News TV.

Kasus ini bermula pada Agustus tahun lalu, ketika Shin Tae-yong ditunjuk sebagai pelatih Ulsan HD. Namun, sebuah video dirilis yang menunjukkan dia menampar pipi bek Jeong Seung-hyeon dalam acara perkenalan tim tidak lama setelah dipromosikan ke skuad.

"Shin Tae-yong, yang ditunjuk sebagai pelatih Ulsan HD di tengah musim pada Agustus tahun lalu, menjadi sorotan setelah beredarnya video yang memperlihatkan dirinya menampar pipi pemain Jeong Seung-hyeon dalam acara perkenalan dengan para pemain," tulis Yonhap News TV. 

Setelah kejadian itu, kinerja Ulsan HD terus menurun hingga mencapai ambang zona degradasi. Karena situasi yang buruk ini, manajemen klub akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong hanya dua bulan setelah ia dimulai sebagai pemimpin klub.

"Setelah itu, Ulsan terjerumus ke dalam ancaman degradasi sehingga Shin Tae-yong dipecat hanya dua bulan setelah menjabat," lanjut laporan Yonhap News TV.

Meski mendapat hukuman berat, sanksi yang dijatuhkan KFA hanya berlaku untuk aktivitas sepak bola di Korea Selatan. Artinya, hukuman tersebut tidak memengaruhi kiprah Shin Tae-yong di luar negeri, termasuk persiapannya bersama Persija. Tanggapan terhadap video yang memicu kontroversi tersebut beragam. Menurut beberapa orang, tindakan Shin Tae-yong hanyalah cara untuk bercanda untuk menghibur dan membuat pemain lebih akrab, seperti yang dia lakukan saat melatih di Indonesia. Namun, KFA mengadili tindakan tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan budaya sepak bola Korea Selatan.


📰 Berita Terkait
Indonesia
Sapu Bersih Klub Luar Negeri, 4 Raksasa Indonesia Kuasai Sem...
Indonesia
Misi Skuad Garuda Menjegal Langkah Vietnam dan Amankan Tiket...
Eropa
Pernyataan Ranieri Pasca Ditunjuk Sebagai Dirtek Baru Italia
Indonesia
Target Pribadi Juru Gedor Anyar Laskar Mataram, Adrian Dalma...
Spanyol
Transfer Rodri Berpotensi Menggeser Posisi Aurélien Tchouamé...